Pride and Glory

Pride and Glory

Pride and Glory

Director: Gavin O’Connor

Starring: Edward Norton, Colin Farrell, Jon Voight, Noah Emmerich, Jennifer Ehle, Lake Bell

hihihi…..two of my favorites actors,side by side in a movie wow….itu yang pertama kali terucap, ketika liat preview film ini hmmm….ini film sangat menarik sekali, suatu lompatan besar bagi Gavin O’Connor yang dulunya pernah menggarap The Glass House (2001), sebuah film yang bercerita tentang potret sisi kehidupan kepolisian new york dan berbagai masalah yang. Cerita berawal ketika 4 polisi New York ditemukan terbunuh setelah diserang oleh orang – orang yang tidak bertanggung jawab, dalam kejadian inilah yang membuat kesatuan kepolisian di new york membentuk gugus tugas (baca: Task Force) untuk menyelidiki kematian dari rekan – rekan mereka. Merupakan tradisi Jika salah satu rekan sesama polisi kehilangan nyawanya dalam menjalankan tugas semua polisi pun bersiaga penuh mencari siapa pembunuhnya, semacam solidaritas lah dengan kata lainya…..kepala detektif kepolisian Francis Tierney,Sr (Jon Voight) meminta bantuan anaknya, Detektif Ray Tierney (Edward Norton), yang terkenal jujur dan sangat patuh pada hukum untuk memimpin penyelidikan ini. dan Ternyata setelah penyelidikan dilaksanakan Ray menemukan bahwa 4 polisi yang tewas ternyata ditugaskan dalam unit sang adik, yup mereka merupakan keluarga polisi yang secara turun temurun. salah satunya Francis Tierney, Jr. (Noah Emmerich), dan sang adik ipar yang juga polisi Jimmy Egan (Colin Farrell). penyelidikan pun semakin dalam dilakukan oleh Ray, tanggapan awal terhadap invesigasi ini adalah penggerebekan tempat perdaran obat bius biasa yang berubah menjadi tragedi,  tapi ketika Ray semakin dalam menyelidiki kasusu ini dia pun sadar bahwa seseorang pasti sudah memberi tahun terlebih dahulu kepada sang pengedar obat bius tersebut bahwa polisi akan menggerebek tempat itu, seseorang dari dalam, seseorang yang menjadi salah satu bagian dari mereka. Seorang polisi, dan tidak hanya itu saja ketika petunjuk – petunjuk hingga barang bukti yang ada semakin jelas dan bebagai pertannyaan pun muncul, Ray disudutkan diantara 2 pilihan yaitu harus mememilih kesetiaan terhadap jabatan atau kesetiaan terhadap keluarga, wich pasti dong penasaraan……nich intip dech trailernya.

Trailernya :

2 Tanggapan ke “Pride and Glory”

  1. sama kek kesatuan polisi kita, apabila ada salah satu anggotanya yang bentrok sama kesatuan lain, maka mereka akan ramai2 menyerangnya.
    *tapi yang ini beda ding* :)

    K-lo gw jadi Ray, gw akan pilih keluarga… | biarin ga ada jabatan, toch masih ada kerjaan yang lain, misalnya ngamen door to door :)

  2. wahahhah mas kay bisa aja……

Tinggalkan Balasan