Arsip untuk Classic – D

Heat

Posted in Parental Guidance / Bimbingan Orang tua dengan kaitan (tags) , on November 26, 2008 by nje18
Heat

Heat

Director: Michael Mann

Starring:Robert De Niro, Al Pacino, Val Kilmer, Tom Sizemore, Jon Voight, Diane Venora, Amy Brennmen, Ashley Judd, Mykelti Williamson, Wes Studi, Ted Levine, Natalie Portman

Sebuah film Drama – Action karya Michael Man (The last mohicans,ALI,The Aviator,Miami Vice, The Kingdom,Handcock) yang dirilis tanggal 15 December 1995.Kisah ini bermula ketika perampok bernama Neil McCauley (Robert De Niro), memimpin sebuah tim kumpulan para kriminil,termasuk sahabatnya yang sudah dikenal sejak lama, bernama Chris Shiherlis(Val Kilmer) dan Michael Cheritto (Tom Sizemore).

mereka pun berencana untuk membajak dan merampok sebuah mobil lapis baja yang berisikan surat obligasi yang ditaksir bernilai $ 1.6 juta.Surat obligasi ini merupakan milik dari sebuah perusahaan  presahaan Malibu Equity Investments, yang merupkan sebuah perusahaan yang mencuci uang hasil perdangaanan obat bius.

Prampokan yang awalnya direncanakan mulus menjadi rusak karena anggota baru Waingro (kevin Gage) yang dengan sengaja membunuh seorang security yang menjaga mobil lapis baja tersebut.yang memaksakan tim tersebut untuk membunuh semua security yang ada dan berusaha kabur dari tempat kejadian. kemudian McCauley bertemu dengan rekannya,Nate (Jon Voight) dan membahas hasil rampokan tersebut Nate kemudian menyarankan untuk menjual kembali surat obligasi tersebut ke pemilik sesungguhnya yaitu Roger Van Zant (william Fitchner), yang sebenarnya mendapatkan keuntungan dari asuransi dari hilangya surat obligasi tersebut.

Ketika pertemuan dengan sesama perampok disebuah restauran,McCauley yang marah besar dengan Waingro, dan bersiap membunuhnya.Mccauley pun terganggu dengan adanya mobil patroli LAPD yang melintas disitu, kemempatan inilah yang dipakai oleh Waingro untuk kabur.Ditempat lain,Van Zant bersedia untuk membeli surat obligasinya kembali tapi juga menyuruh anak buahnya untuk menyergap McCauley ditempat pertemuan yang sudah diatur dan mengambil kembali surat obligasi tersebut.Dan ternyata McCauley berhasi lolos dari penyergapan tersebut dan bersama timnya mereka bersumpah untuk membalas dendam.

Penyidikan pun dimulai oleh polisi, sedankan yang menyelidiki perampokan surat obligasi tersebut adalah seorang letnan bernama Vincent Hanna (Al Pacino) dari kesatuan elite kepolisian LAPD, divisi pembunuhan dan perampokan. Setelah mendapatkan informasi bahwa ada sekawanan prampok yang ternyata dikepalai oleh McCauley yang merencanakan prempakan sebuah bank dengan estimasi keutungan sebesar $ 12 juta. McCayley pun berencana untuk pensiun setelah prampokan terakhir ini.

Penyelidikan oleh kepolisian pun difokuskan kepada tiap anggota dari kelompok McCauley ini tentang komitemennya sebagai perampok dan betapa rusaknya kehidupan pribadi mereka masing – masing.pada akhirnya McCauley pun sadar bahwa dirinya sedang dalam pengawasan oleh pihak kepolisian, dan membalasa dengan menginvetigasi Hanna dan unit perampokan dan pemunuhannya. Hanna, pun akhiranya tau bahwa pengawasan yang dilakukannya bocor,dengan sengaja bertemu dengan McCauley dan mengajaknya untuk minum kopi disebuah restaurant.

Dalam pertemuan panas ini,para profesional ini masing – masing menyelidiki kelemahan dari lawan bicaranya. walaupun masing – masing mengagumi satu dengan yang lainya. Masing – masing orang ini pun mengatakan bahwa dirinya tidak akan raug – ragu untuk membunuh jika dalam keadaan terdesak.sementara itu Waingro,mendekati Van Zant dan menawarkan untuk memberikan petunjuk ke anggota dari kelompok yang merampoknya, Trejo (Danny Trejo) yang kemudian disiksa bersama sang istri kemudian mengungkapkan rencana dari prampokan yang sedang disusun oleh McCauley. danakhirnya Van Zant pun bocorkan ke kepolisian.

Setelah semua rencana dianggap matang perampokan pun dilaksanakan,Hanna dan kesatuanannya yang sudah mengepung bank tersut dengan bantuan polisi berseragam. mencoba mendekati bank tersebut dengan hati- hati. dan secara tidak sengaja mereka McCauley melihat kedatangan mereka ketika McCauley bersiap untuk meninggalkan bank tersebut.

Dan terjadilah perang senjata antara sang perampok dengan polisi di tengan kota Los Angeles,para perampok ini mencoba menerobos blokade polisi dengan harapan bisa lolos dari kepungan polisi tersebut.Tembak – tembakan ini pun akhirnya memakan korban Cherrito dan pengemudi mobil pelarian Donald Breeden (Dennis Haysbert) dan beberapa anggota polisi. termasuk salah satu anggota dari kesatuan dari unit Hanna, Bosko (Ted Levine).McCauley akhirnya lolos walaupun terluka. dan mengetahui penghianatan Trejo.

McCauley pun mendatangi rumahnya dan mendapatkan Trejo tengah sekarat.Pada saat – saat terakhir sebelum meninggal,Trejo mengungkapkan bahwa Waingro dan Van Zant yang bertanggung jawab dari semua ini.McCauley kemudian dengan segera menuju kerumah Van Zant dan membunuhnya. Melihat kematian dari Van Zant, Hanna pun sadar bahwa target McCauley selanjutnya adalah membalas dendam terhadap Waingro,yang sekarang bersembunyi disebuah hotel dengan nama palsu dan dalam pengawasan polisi. Hanna pun dengan cepat memerintahkan anak buahnya untuk menyebar informasi tentang keberadaan Waingro untuk memancing McCauley.

McCauley dengan cepat mendapat kabar tersebut dan dengan cepat mengambil umpan yang sudah disebar oleh Hanna. Dengan menyalakan alarm kebakaran untuk mengevakusi para tamu hotel. dengan alarm kebakran ini pun menyala. polisi dan pihak keamana hotel pun perhatiannya terpecah. McCauley dengan mudah mendobrak masuk kekamar dimana Waingro tinnggal dan membunuhnya sebelum Waingro kabur lagi. Hanna pun sadar bahwa ini hanya usaha McCauly untuk mengalikan perhatian mereka.Hanna pun dengan bergegas tiba dihotel dan dari jauh dan mengamati Eady yang menunggu di dengan sabar di mobil McCauley, Hanna mencoba mendekat.

Dan pada saat yang sama ketika Mccauley keluar dari gedung dan melihat Hanna, McCauley pun meninggalkan Eady dan menghilang diantar tamu hotel walau dengan Hanna mengikuti dibelakangnya.permainan kucing – kucingan pun tidak terelakan hinga akhirnya disebuah terminal keberangkatan di LAX airport.McCauley hampir saja membunuh Hanna, tapi Hanna lebih cepat menembak McCauley. McCauley yang sekarat pun ditemani oleh Hanna hingga akhir hayatnya

secar overall film ini keren banget, dari style perampokan mereka hingga drama yang ditawarkan pun, terangkum dengan sempurna hingga sisi kehidupan dari masing masing tokoh yang bermasah membuat film ini begitu keluar dengan natural.
acting prima Al Pacino dan Robert De Niro yang saling mengisi menambah nilai plus film ini, buat yang belom nonton. film ini merupakan suguhan wajib bagi pencinta film dan juga wajib untuk dikoleksi FYI aja, sejak dirilis film ini mengantungi keuntungan diseluruh dunia sebesar $187,436,818, so happy hunting

Trailer:

buat yang udah kita Rating yu

The last Castle

Posted in Parental Guidance / Bimbingan Orang tua dengan kaitan (tags) , on November 26, 2008 by nje18
The Last castle

The Last castle

Director: Rod Lurie

Starring: Robert Redford, James Gandolfini, Mark Ruffalo, Robin Wright penn, Frank Military

Eugene Irwin (robert Redford), adalah seorang letnan jendral angkatan darat yang sangat berjasa bagi negaranya dan banyak diberikan tanda jasa, yang kemudian,dicopot dari jabatanya dan dihukum untuk menjalani hukuman di penjara militer dengan penjagaan maksimum. sang kepala penjara, kolonel Winter (James Gandolfini), yang sangat mengidolakan Irwin yang mengatur penjara ini yang biasa di sebut ” The Castle” dengan tangan besi, dan kejam.

Kebecian Sang kolonel terhadap Letjen Irwin ini terjadi ketika Sang jendral melihat koleksi Peralatan perang yang dikoleksi oleh sang kolonel, dia bilang bahwa orang – orang yang mengoleksi barang – barang ini merupakan orang – orang yang tidak pernah perang.berubahlah sikap sang kolonel terhadap sang jendral. dari idola menjadi benci.

Irwin dipejara karena menolak perintah presiden dan mengirimkan pasukannan ke suatu misi yang mengakibatkan tewasnya 8 prajurit yang dikirim tersebut.pada suatu kala Winter mencoba untuk mengintimidasi status Irwin yang sekarang napi, bahwa dia bukan seorang militer tapi tapi merupakan seorang kriminal yang menghabiskan masa tahannannya di The Castel ini.

Walau pada saat pertama, sang jendral anti pati terhadap permintaan tolong napi lainya dalam memberikan tingkat kehidupan yang lebih baik dipenjaria ini, Irwin mulai sadar ketika keinginan dia untuk menghabiskan waktunya dipenjara ini dengan tengang tidak tercapai suatu kala Irwin dihukum dengan berat ketika mengaarkan bagai mana cara memberikan hormat yang benar terhadap sesama napi.(Fyi: mereka tidak boleh memberikan hormat terhadap seseorang yang memiliki pangkat yang lebih tinggi karena di penjara ini mereka merupakan sipil bisa bukan militer) setelah itu Irwin mencoba mengkompakan sesama napi dengan membangun Tembok yang di dalam Castle tersebut dari bebatuan yang tergeletak begitu saja di halaman penjara tersebtu. sebenarnya ini sebuah projek yang dulunya ditugaskan kepada para napi oleh sang colonel Winter

ketika sang jendral dengan suksesnya mendapatkan kepercayaan dan kehormatan dari para napi, dan membangkitkan kembali kepercayaan diri dan kehormatan dari napi – napi tersebut, tiba – tiba Colonel Winter memerintahkan para penjaga menghancurkan tembok tersebut dengan bulldozer. seorang Mantan kopral marinir Ramon Aguilar yang dulu dihukum karena mencoba untuk hormat, mencoba menahan bulldozer tersebut dengan berdiri diantara tembok dengan bulldozer tersebut.Sang Colonel pun memerintahkan Aguilar di tempat di kepala, dan mengakibatkan Tewasnyas Aguilar.

Tembok tersebut pun hancur, dan sang jendral dan para napi lain memberikan penghormatan terakhir terhadap si pemberani Aguilar, dan menyayikan lagu hymne marinir. dengan dendam membara, Irwin mengorganisir rencana untuk merubah penjara ini.Tujuannya adalah memberitahukan kepada Brigjen Wheeler (yang merupakan atasan dari sang kolonel Winter) bahwa sang kepala penjara ini tidak pantas menjabat menjadi kepala penjara dan harus dicopot dari jabatannya.

dengan menggunakan berbagai senjata yang diimprovisasai sendiri, dan menggunakan taktik serang seperti militer betulan, mereka berhasi melumpuhkan kendaraan lapis baja yang dilengkapi dengan semprotan air bertekanan tinggi. dan sebuah helikopter, yang akhirnya dignakan untuk menambah daya hancur dipenjara tersebut. Kolonel Winter sedikit dapat memegang kendali dari kekacauan ini ketika mengancam menggunakan peluru tajam jika napi melawan. sang kolonel pun tau rencana jendral irwin yang ingin membalikan bendera yang merupakan sebuh tanda bahwa penjara tidak bisa di kontrol kembali. Winter pun mulai memerintahkan anggotanya untuk menembak sang jendral besar ini  ketika Irwin mencoba mengibarkan bendera terbalik para sipir penjara ternyata menolak dan akhirnya sang kolonel lah yang menembak dan membunuh Irwin, tak dinyaya sang kolonel ditahan karena ternyata sang jendral hanya mengibarkan bendera amerika dengan benar dan tidak terbalik.

My review terhadap film ini:

ini film yang diliris tahun 2001 ini ga cuma keren tapi juga membawa kita terharu, ga hanya persaingan persaingan antara perwira tinggi militer ini yang disorot tapi juga sisi kekeluargaan yang diambil, bagaimana sang jendral ternyata tidak pernah hadir untuk keluarganya sendiri, kemudian kisah pribadi dari para napinya. ini film recommend banget buat di tonton. dijamin jaw droping. banget pokoknya top banget dech….so met nonton yah buat yang belom nonton.

trailer:

buat yan dah pada nonton kita rating yu: